Selasa, 30 Oktober 2018

EGRANG BAMBU DARI JAWA TENGAH
   
 Egrang merupakan alat permainan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.bentuknya berupa tongkat bambu berjumlah  dua buah [sesuai dengan sepasang kaki yang kita miliki ] dengan tinggi sekitar 2-3 meter.terdapat pijakan kaki dari dua belah bambu atau kayu yang panjangnya kira-kira 20-30 cm yang di pasang sekitar 30 cm dari pangkal egrang.

               Egrang bambu memang di gunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jrak tertentu dari permukaan tanah.terdapat tali pengikat pula  [ bila hal ini akan lebih terasa nyaman ]  untuk di ikatkan ke kaki,untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.
     
        w.j.s.poerwadarminto dalam baosasta jawa [ 1939:113 ].
  Menyebutkan bahwa permainan egrang muncul sebelum kemerdakaan republik indonesia,tepatnya pada masa penjajahan belanda. Ia menyebutkan kata egrang- egrangan yang diartikan sebagai dolanan dengan mengunakan egrang.

             Cara bermain egrang:
              Permainan egrang ini tidak membutuhkan lapangan yang khusus. Dapat dimainkan di mana saja,asalkan diatas tanah.luas area  permainan hanya 7-15 meter dan lebar 3-4 meter.
                 Dari awal kemuculannya,biasanya egrang dimainkan oleh anak yang berumur 7-13 tahun. Bila di lombakan,minimal 2 orang yang bermain.pemenangnya ditentukan oleh siapa yang paling cepat menyentuh garis finish.biasanya egrang di lombakan saat peringatan hari kemerdekan 17 agustus. Saat ini di acara khitanan,car free day,dan masa pengenalan kampus,egrang juga di mainkan.

            Manfaat permainana egrang
Beberapa manfaat dari permainan egrang diantaranya:
1. Mendekatkan anak dengan alam.
2. Melatih anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.
3. Permainan ini dapat melatih dan mengembangkan kemampuan otak kanan dan kiri.
4. Melatih konsetrasi anak karena perlu hati-hati dalam menapaki medan di jalani dengan egrang.
5. Membuat anak menjadi kretif,karena permainan ini menimbulkan efek keceriaan dan kebersamaan.